Tadris Matematika FITK UINSSC Mengikuti Pemantangan Kurikulum OBE Berbasis SDGs untuk Menyiapkan Lulusan Adaptif di Era Digital dan Berdaya Saing Global

 Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam peningkatan mutu akademik melalui keikutsertaan aktif pada kegiatan Review dan Pemantangan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan pada 15 Juni 2026 di Cirebon. Kegiatan ini merupakan agenda strategis tahunan fakultas dalam merespons perubahan paradigma pendidikan tinggi global. Transformasi kurikulum menjadi kebutuhan mendesak seiring perkembangan teknologi digital dan dinamika dunia kerja abad ke-21. Kurikulum berbasis capaian pembelajaran dipandang mampu menjawab tuntutan tersebut secara sistematis dan terukur. Partisipasi Program Studi Tadris Matematika mempertegas keseriusan dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif.
Keterlibatan dosen-dosen Program Studi Tadris Matematika dalam kegiatan ini mencerminkan budaya akademik yang kolaboratif dan progresif. Dosen yang hadir meliputi Arif Abdul Haqq, S.Si., M.Pd., Dr. Hj. Indah Nursuprianah, M.Si., Dr. Reza Oktiana Akbar, M.Pd., Arif Muchyidin, M.Si., Sirojudin Wahid, M.Pd., dan Nurma Izzati, M.Pd. Kehadiran para dosen tersebut memberikan kontribusi penting dalam proses diskusi dan perumusan arah pengembangan kurikulum. Pengalaman akademik dan kepakaran bidang pendidikan matematika menjadi modal utama dalam mematangkan struktur kurikulum. Sinergi antardosen memperkuat kualitas keputusan akademik yang dihasilkan.
Pemantangan kurikulum OBE difokuskan pada penegasan profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan yang selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Setiap mata kuliah ditinjau kembali agar memiliki keterkaitan yang jelas dengan kompetensi lulusan. Pendekatan ini memastikan proses pembelajaran berjalan secara terencana dan berorientasi hasil. Pembelajaran matematika diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan komunikasi ilmiah. Sistem asesmen disusun untuk mengukur pencapaian mahasiswa secara objektif dan berkelanjutan.
Integrasi perspektif Sustainable Development Goals menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum Tadris Matematika. Nilai-nilai pendidikan berkualitas, kesetaraan, inklusivitas, dan keberlanjutan diinternalisasikan ke dalam pembelajaran matematika. Konteks permasalahan nyata digunakan sebagai sarana untuk mengaitkan konsep matematika dengan isu sosial dan pembangunan. Pendekatan ini mendorong mahasiswa memiliki sensitivitas terhadap tantangan global. Pembelajaran tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk kesadaran sosial dan etika profesional.
Transformasi kurikulum Tadris Matematika juga diarahkan pada penguatan digitalisasi pembelajaran sesuai dengan karakter kampus siber. Kurikulum OBE dirancang agar dapat diimplementasikan secara optimal melalui Learning Management System. Model pembelajaran daring, luring, dan hybrid dikembangkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan aksesibilitas. Pengembangan micro-credential dan rekognisi pembelajaran lampau menjadi bagian dari inovasi pembelajaran. Strategi ini memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi ekosistem pendidikan digital.
Pemantangan kurikulum OBE berbasis SDGs memiliki nilai strategis dalam mendukung kesiapan akreditasi program studi. Penyelarasan kurikulum dengan kebijakan pendidikan tinggi nasional memperkuat sistem penjaminan mutu internal. Capaian pembelajaran yang terukur memudahkan proses evaluasi dan pelaporan mutu akademik. Pendekatan ini meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kualitas lulusan. Program Studi Tadris Matematika diharapkan mampu meningkatkan daya saing pada tingkat nasional dan internasional.
Keseluruhan proses pemantangan kurikulum ini menegaskan komitmen Program Studi Tadris Matematika FITK UINSSC dalam menyiapkan lulusan yang unggul dan berkarakter. Lulusan diarahkan memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan digital yang seimbang. Kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan menjadi bagian dari profil lulusan. Transformasi kurikulum dilakukan secara berkesinambungan dan adaptif terhadap perubahan. Upaya ini memperkuat peran Tadris Matematika sebagai penghasil pendidik matematika yang siap memimpin perubahan di era digital.

Scroll to Top